Cara Mudah Ternak Jangkrik Untuk Para Pemula : Langkah Jitu agar Sukses Budidaya Sendiri

Widyasmara.com - Ternak jangkrik saat ini merupakan salah satu usaha budidaya yang sangat menggiurkan.


Hal tersebut dikarenakan banyak orang-orang yang mulai hobi untuk memelihara burung kicau dan semakin banyak event dan perlombaan burung berkicau.

Di daerah saya saja di Daerah Purbalingga untuk perlombaan burung Berkicau hampir diadakan sekitar sebulan sekali di kompleks Gelanggang Olah Raga (GOR) Goentoer Darjono sebelah selatan.

Namun disini saya tidak akan membahas tentang burung kicau atau cara memeliharanya.

Mungkin di lain kesempatan akan coba saya sedikit ulas tentang burung kicau, mulai dari cara perawatan sampai perkembangbiakan.

Disini saya akan membahas tentang bagaimana cara untuk berternak jangkrik khususnya bagi para pemula yang ingin menggelutinya.

Langkah yang akan saya bahas akan lebih mudah apabila anda para pembaca memang punya niat sungguh-sungguh untuk berternak jangkrik ini.

Sebelum saya jelas kan tentang langkah dan tipsnya, akan saya sedikit jelaskan tentang jenis jangkrik yang biasa untuk pakan burung.

Jenis-jenis Jangkrik

Di Indonesia sendiri mempunyai 3 jenis jangkrik yang bisa di budidayakan :

1. Jangkrik Kalung atau Jangkrik Genggong dengan nama latin GRYLLUS BIMACULATUS

gambar : twitter  @gmsakedap

Jangkrik ini memiliki warna yang lebih gelap di bandingkan dengan jangkrik yang lain.

Jangkring jenis ini memiliki tingkat kemudahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis lainnya. 

Selain mudah jenis ini juga relatif lebih cepat untuk dipanen.

Hanya membutuhkan sekitar 30 – 40 hari sampai betul-betul bisa dipanen sejak mulai di tetaskan. 

Dan yang lebih menggiurkan harga jual nya pun tergolong lumayan tinggi.

Kalau di pasaran harganya sekitar 40 ribu sampai 50 ribu per kilo nya.

Untuk pakan jangkrik ini juga lebih mudah. Hal ini dikarenakan bahwa jangkrik ini merupakan hewan pemakan segala.

Namun ada satu kelemahan dari jangkrik ini. Yaitu tidak mampu bertahan terhadap perubahan cuaca dan musim.

Jadi untuk perawatan juga akan sedikit lebih membutuhkan perlakukan yang khusus.

2. Jangkrik Seliring atau nama latinnya TELEOGRYLLUS MITRATUS

Perbedaan dari jenis jangkrik ini dengan jangkrik kalung adalah dari warnanya yang memang sedikit berbeda.

gambar : erakini.com
Kalau jangkrik kalung memiliki warna yang agak gelap, namun untuk jangkrik seliring memiliki warna yang cukup terang.

Kendatipun sama-sama jenis jangkrik yang bisa dibudidayakan, akan tetapi para peternak agaknya lebih banyak yang memilih untuk beternak jenis jangkrik kalung atau jangkrik genggong tersebut. 

Perbedaan lainnya adalah dari jenis ukuran. Ukuran jenis jangkrik seliring sedikit lebih besar dibandingkan jenis jangkrik yang lainnya.

Dan kandungan protein yang ada pun lebih banyak dibandingkan dengan jenis jangkrik yang lain. 

Naah yang menjadi kendala untuk beternak jenis jangkrik ini adalah pada tingkat masa panen nya. 

Seliring membutuhkan jangka waktu yang terbilang cukup lama dibandingkan dengan jangkring kalung.

Dan untuk pakan pun lebih banyak dibandingkan dengan jangkrik kalung.

3. Jangkrik Alam atau nama latinnya ACHETA DOMESTICUS

Sesuai dengan namanya, jangkrik alam adalah jangkrik yang hidup di alam liar.



Jangkrik ini sekilas warnanya mirip dengan jangkrik seliring.

Dengan warna yang lebih terang dan lebih dominan coklat muda.

Jangkrik ini dapat kita temukan di kebun atau disawah ataupun di sekitar rumah kita.

Jangkrik ini memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan jangkrip kalung dan jangkrik seliring.

Dan tekstur tubuh nya pun lebih lunak di bandingkan dengan jenis lainnya.


Sekarang kita akan bahas bagaimana cara untuk ternak jangkrik khususnya bagi pemula.

Untuk para juragan jangkrik boleh skip saja langsung artikel ini ... hehehe

1. Pembuatan Kandang yang sesuai

Pada langkah pertama ini kita akan membahas kandang yang baik untuk dipakai beternak jangkrik. 

Kita bisa memilih beberapa jenis kayu yang sesuai untuk kandang jangkrik.

Jenis kayu yang saya sarankan adalah jenis kayu sengon ataupun bisa kita gunakan jenis triplek dengan ketebalan 2 inch.

Bentuk yang paling umum adalah persegi panjang.

Dengan ukuran panjang 100cm, lebar 60 cm dan tinggi 35 cm. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar dibawah ini.

gambar : http://tutorialbudidaya.blogspot.com
Bagian atas harus diberi penutup agar jangkrik tidak bisa pergi kemana-mana.

Bila perlu bagian dalam nya bisa diberi sedikit lapisan lumpur sawah. Supaya menyerupai habitat asli mereka.

Dan diusahakan bagian dalam selalu gelap tanpa cahaya. Dikarenakan jangkrik adalah binatang nocturnal atau yang aktif di waktu malam.

Dengan tanpa diberi cahaya maka seolah-olah waktu selalu malam. 

2. Proses Pembibitan

Untuk memilih bibit jangkrik yang baik seyogyanya harus sesuai dengan kriteria yang baik. Adapun beberapa kriteria untuk memilih bibit jangkrik yang unggul. Yaitu :


 - Jangkrik yang sehat umumnya akan bergerak dengan gesit. Apabila kita sentuh pasti akan meronta. Dan juga jangkrik yang sehat lebih agresif dan lincah bukan hanya saat dipegang. Tetapi juga pada saat terkena cahaya.

- Ukuran jangkrik yang sehat umumnya tidak terlalu kecil dengan memperhatikan usia jangkrik tersebut. Dan tubuhnya agak sedikit keras saat kita pegang.

- Sudah memiliki sayap yang normal dan kalau induk jantan bisa mengeluarkan bunyi mengerik yang cukup keras. Kalau untuk induk yang betina biasanya ada semacam antena yang ada di bagian belakang dari tubuh nya.

- Pilihlah benih jangkrik yang sehat tanpa mengeluarkan cairan baik dari mulut ataupun ekornya saat dipegang. Kadang ada jangkrik yang kalau kita pegang akan keluar cairan yang berwarna gelap dari mulut atau bagian belakangnya.

3. Proses Mengawinkan Jangkrik

Setelah kita memilih bibit Jangkrik yang sesuai dengan kriteria langkah selanjutnya adalah mengawinkan jangkrik jantan dan betina.

Untuk tempat pengawinan jangkrik ini pakailah kandang yang sudah dijelaskan seperti diatas. Masukan induk jantan dan betina dengan perbandingan 2 : 10 lebih banyak betina.

Masukkan induk-induk jangkrik tersebut ke kandang yang sebelumnya sudah diolesi ataupun dibuat seperti habitat yang asli.

Hal ini dimaksudkan agar proses perkawinan bisa lebih cepat. Jangan lupa juga siapkan pasir yang kering pada bagian dasar kandang.

Atau boleh juga buat tempat khusus misal kita memakai baki yang di beri pasir terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan untuk nantinya tempat telur-telur jangkrik tersebut.

Proses perkawinan ini biasanya membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 4 hari secara berturut-turut. 

Ciri-ciri nya adalah ketika si jangkrik betina sudah mulai mengorek-orek bagian dasar kandang, itu berarti si betina sudah siap untuk bertelur.

Untuk masa bertelur jangkrik betina tersebut bisa sampai memakan waktu 14 hari berturu-turut. Setelah melewati 14 hari masa bertelur, maka jangkrik tersebut bisa untuk di afkirkan.

4. Penetasan Telur Jangkrik

Setelah telur-telur jangkrik itu sudah mulai banyak , maka kita bisa taruh dalam satu tempat untuk penetasan.


Pisahkan telur dengan induknya. Hal ini dilakukan agar telur-telur tadi tidak di makan oleh induknya.

Untuk estimasi penetasan telur jangkrik kira-kira membutuhkan waktu sekitar 7 sampai 10 hari terhitung setelah proses perkawinan.

Telur yang akan menetas mempunyai warna yang agak keruh.

Kemudian setelah mulai menetas hendaknya kita jaga agar kandang anakan jangkrik tersebut selalu lembab.

Jadi harus rutin disiram ataupun bisa dengan cara ditutup dengan karung goni yang basah.

5. Memberi pakan jangkrik

Kita bisa memberi pakan fur untuk jangkrik yang baru menetas.

Fur yang kita pakai boleh fur yang digunakan sebagai pakan ayam.

Setelah mulai tumbuh maka kita bisa menambah variasi pakan untuk jangkrik tersebut.

Misalkan kita bisa memberi pakan berupa sayuran, wortel, ataupun kacang-kacangan.

Pemberian pakan boleh dilakukan secara rutin dan terus menerus sampai jangkrik tersebut tumbuh menjadi jangkrik remaja.

Dan pelihara sampai benar-benar bisa untuk dijadikan pakan burung.

6. Perawatan Kandang

Ini adalah hal yang sangat penting. Dalam budidaya ternak jangkrik khususnya bagi para pemula maka perawatan kandang adalah yang yang sangat perlu diperhatikan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk perawatan kandang jangkrik adalah sebagai berikut : 

- Jaga kelembaban kandang dan taruhlah didalam kandang tersebut sebuah wadah yang berisi air dan harus rutin diganti setiap 2 hari sekali.

- Pencegahan dari hama dan penyakit
Untuk penyakit yang biasanya menjangkit jangkrik ini adalah mencret yang ditandai dengan keluarnya cairan berwarna dari dalam tubuh melalui dubur yang biasanya terlihat di dinding kandang dan berwarna hijau.

- Pemberian vaksin secara rutin dan berkala sebaiknya dilakukan terutama ketika bayi jangkrik masih berumur sekitar 15 hari an. Hal ini sebagai upaya agar tidak terkena penyakit pada jangkrik.

7. Pemanenan

Untuk pemanenan sebenarnya tergantung dari orang membudidayakn jangkrik tersebut.

Karena ada pembudidaya yang menjual sejak masih dalam bentuk telur.

Ada juga yang menjual sejak masih bayi ataupun menjual yang sudah siap untuk pakan burung.

Hal tersebut boleh-boleh saja, mengingat masing-masing juga masih bisa untuk diambil keuntungan nya.

Kalau untuk dipanen yang siap konsumsi untuk burung biasanya kalau sudah sekitar 30 – 40 hari sejak pembibitan.

Dan silahkan nikmati hasil dari jerih payah anda semua.

Dan perlu diketahui untuk harga perkilo saat ini di tahun 2019 sepertinya semakin melonjak, dan ini merupakan target pasar yang sangat potensial.

Terima kasih kalau tips ini bermanfaat, silahkan di share ke saudara atau teman ya.

Yuk berlangganan artikel terbaru via email :

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel